Habis Survey di Parepare Terbitlah Rindu

August 31, 2017 Kata, Kota, Kita 1 Comments


Survey di Parepare adalah pengalaman pertama saya survey di luar kota Makassar. Jaraknya cukup jauh dari kota Makassar, kurang lebih 150 km. Tiga jam lebih perjalanan yang kami tempuh untuk sampai ke Kota kelahiran B.J Habibie ini. Jujur, awalnya tidak ada niat untuk menceritakan pengalaman saya di Kota Parepare, tapi semakin hari semakin saya rindu dengan semua pengalaman saya di sini.

Kami sampai di Parepare sekitar jam 1 siang, singgah di masjid untuk menunaikan sholat dhuhur lalu tak tahu mau kemana lagi sesudah itu. Maklum, kami para lelaki berangkat lebih pagi dengan motor daripada para perempuan yang bersamaan dengan senior naik mobil. Alhamdulillah, senior yang tinggal disana cepat mengabari dan memberitahu dimana penginapan yang akan kami tempati sekitar seminggu survey di Parepare. Setelah tahu dimana penginapan, kami memutuskan keliling kota selagi menunggu cewek-ceweknya sampai.


Parepare yang saya rasakan adalah kota kecil yang damai. Beberapa jalan yang kami lewati menawarkan pemandangan pantai yang sangat indah, bahkan ada jalan di atas bukit yang memperlihatkan pemandangan menakjubkan sebagian kota di pesisir. Taman-taman yang hijau, terawat, dan tertata dengan baik.

Malam hari kota ini berubah menjadi kota yang sangat memanjakan warganya dan orang-orang yang berkunjung. Beberapa sudut jalan dihiasi dengan lampu berwarna-warni dan aktifitas di ruang terbuka publik semakin banyak. Terutama di Lapangan Andi Makassau, lapangan ini punya daya tarik tersendiri selain tempat bermain di malam hari yang beragam, terdapat Patung Habibie dan Ainun. Orang-orang yang berkunjung ke Parepare merasa tidak lengkap jika tidak berfoto di tempat ini, termasuk kami juga. Hehe.


Satu lagi yang menjadi daya tarik kota ini di malam hari, Pasar Senggol. Pasar ini banyak menjual pakaian bekas tapi berkualitas dan pasti harganya bisa ditawar menjadi sangat murah. Maklum mahasiswa, tempat seperti ini bagaikan tempat wisata bagi kami. Tempat ini sangat ramai, mungkin karena namanya pasar senggol, orang terus bersenggolan di dalam.

Kota Parepare memang tidak punya mall, tidak punya bioskop, atau fasilitas hiburan lainnya layaknya kota-kota besar. Tapi kota ini bisa membuat orang baru yang berkunjung merasa betah dan nyaman. Hal itu yang saya rasakan sepuluh hari survey di tempat ini. Apalagi suasana malam harinya di pusat kota. Ah, selalu rasanya ingin kembali lagi ke kota ini.

1 comment: